Membedah sumber inspirasi dari Apple iPhone OS 4.0

Apple telah meluncurkan iPhone OS 4.0 hari ini dan berita besarnya adalah bahwa sekarang bisa multitasking. Jadi mengapa saya tidak ikut melompat dan berteriak dengan penuh suka cita? Karena platform mobile lain sudah bisa melakukannya lebih dulu. Bahkan, menurut saya pribadi banyak dari fitur-fitur baru di iPhone 4.0 sebenarnya terinspirasi dari fitur di platform mobile lainnya. Mari kita lihat fitur-fitur apa saja:

– Multitasking. CEO Apple Steve Jobs menyatakan bahwa perusahaannya memang bukan yang pertama dalam hal multitasking, tapi mereka yakin akan menjadi yang terbaik dalam penerapannya. Tetapi dalam kasus apapun, terlepas dari ini full multitasking atau “smart multitasking”, yang pertama yang melakukannyalah yang bisa disebut pemilik inovasi, sedangkan pengikutnya cuma bisa memoles agar bisa terlihat lebih baik. Dalam hal ini, saya melihat sistem multitasking yang diterapkan tidak jauh berbeda dengan Windows Phone 7 maupun Bada, jadi bagi yang masih menginginkan untuk melakukan multitasking hingga 60 aplikasi (walaupun saya tidak tahu apa gunanya multitasking sebanyak ini) silahkan saja kembali ke sistem operasi yang memang bisa melakukannya. Saya sendiri percaya kalau platform mobile yang baru ini akan lebih memaksimalkan kinerja hardware maupun software.

– Customized wallpaper. Sebuah demo singkat pada saat pengenalan iPhone OS 4.0 menunjukkan tentang bagaimana menyesuaikan wallpaper untuk homescreen, lock screen atau keduanya. Kemampuan ini sebenarnya sangat sederhana dan penggunaan sebelumnya juga cukup luas pada perangkat lain, tapi disini saya melihat Jobs telah memodifikasi sedemikian rupa sehingga terlihat seperti terobosan teknologi yang inovatif dari Apple, tidak kalah dengan teknologi Smart Unlock dari Samsung walaupun secara jujur saya harus menyatakan Smart Unlock lebih fungsional.

– Unified Inbox. iPhone sekarang memungkinkan untuk lebih dari satu account Exchange. Kita juga dapat mengatur email dengan thread serta untuk lampiran dapat dibuka dengan aplikasi. Fitur ini awalnya dikembangkan oleh RIM untuk BlackBerry, kemudian disempurnakan oleh Google untuk Android versi 2.0 keatas. Kini, selain iPhone, fitur ini juga telah diadopsi oleh platform Bada dari Samsung serta platform baru dari Microsoft, Windows Phone 7.

– iBooks dan e-book reader. Aplikasi iBooks pada iPad sekarang akan datang ke iPhone dan iPod touch, beserta juga dengan teknologi sinkronisasi wireless. Terdengar familiar? Ya, fitur ini jelas terinspirasi dari aplikasi pada Kindle. Tidak hanya Apple, fitur ini juga terlihat diterapkan oleh Samsung untuk smartphone Android terbarunya, Galaxy S.

– Data protection and enhanced encryption. Fitur ini akan menggunakan dukungan teknologi SSL VPN. Bisa menebak fitur ini terinspirasi dari mana? Ya, benar sekali, BlackBerry dari RIM.

– Game Center. Dengan layanan baru ini, kita bisa mengundang teman-teman untuk ikut bermain bersama. Hal pertama yang langsung keluar dari ingatan saya setelah mendengar layanan ini adalah Xbox Live dari Microsoft. Bagi para gamer mania mungkin juga teringat dengan Nintendo DSi dan PSN (PlayStation Network). Bagi platform mobile modern, aplikasi gaming akan menjadi andalan utama dari toko aplikasi mereka. Untuk aplikasi biasa (non game) kebanyakan konsumen mungkin akan memasukkan yang mereka butuhkan saja ke ponsel mereka, tapi untuk game orang akan bosan bila sudah sering memainkannya atau kisahnya memang sudah tamat, dan tentunya mereka akan selalu mencari judul-judul game yang baru seperti halnya orang yang hobinya nonton film. Tidak heran platform baru lainnya selalu memiliki layanan untuk game, seperti Windows Phone 7 dengan Xbox Live, Bada dengan Bada Game Store dan kini Apple dengan Game Center. Sayang sekali untuk Android masih belum ada layanan seperti ini, tapi saya kira ini hanya masalah waktu bagi Google untuk segera menyadarinya.

Kini terlepas dari apakah update software dari iPhone OS ini bagian dari inovasi mereka atau cuma terinspirasi dari platform mobile lainnya, saya bisa melihat bahwa Apple telah meletakkan fondasi yang tepat bagi perkembangan platform buatannya. Jadi update software dimasa yang akan datang tidak akan sampai mengubah kerangka platform secara dramatis, seperti yang dilakukan oleh Microsoft. Ini adalah salah satu inti dari platform mobile modern, dan platform mobile berbeda dengan sistem operasi, jadi tidak ada lagi istilah smartphone atau feature phone.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: